Tuesday, September 29, 2009

TIGA LINE - REVEALED.

Mazidul Akmal Sidik menulis mengenai Tiga Line.

Lihat di sini.

Ia mengenai aktiviti kumpulan yang menggelarkan diri mereka sebagai Tiga Line.

Aku tidak mahu mengupas lebih lanjut mengenainya sebab ia bakal dipaparkan melalui program 360, Rabu ini jam 9 malam. Pasti ramai yang mahu tahu apakah isinya.

Tapi aku nak bercerita mengenai Tiga Line jugak. Tetapi tiga line yang lain.

Ia mengenai pemilikan tiga talian telefon yang sekaligus secara ringkasnya tiga line.

Sekarang Celcom dicemuh pelbagai pihak disebabkan kegagalan mereka pada hari kelima Syawal dan memberikan alasan peningkatan penggunaan rangkaian menjadi sebab kepada kegagalan mereka.

Jika dulu kita semua cukup untuk memiliki sebuah talian, kegagalan Celcom itu pasti mengundang pertimbangan kita untuk memperolehi satu lagi talian sebagai alternatif kepada yang sedia ada.

Pun begitu, adakah kita cukup yakin penyedia rangkaian telekomunikasi kedua itu mampu memberi jaminan?

Kita ada Maxis dan Digi selain Umobile.

Digi masih lagi urban. Manakala Maxis agak selesa jika digunakan berikutan pertambahan kawasan liputan.

Maka, perlu ke kita menyertai konsep tiga line ini iaitu memiliki tiga talian telefon? Henpon pun sekarang dah murah. Alah, kalau korang beli memahal pun, bukannya korang ada kredit selalu. Sekadar untuk buat miss call jek, takyahlah beli memahal.

Apapun, berbalik kepada tajuk, pasti ramai yang menanti apakah kupasan 360 mengenai Pekida dan Tiga Line. Apakah Pekida, apakah Tiga Line. Apakah ia satu gabungan yang sama?

Jangan lupa esok malam yek. Ajak jiran tetangga. Ajak Vietnamese Girls. Slowly ajak mereka ok.

Ohh jangan lupa gunting bulu hidung yang dah terkeluar tu. Semak sangat. Gunting tau sebelum tengok. Takut asyik bersin nanti.


Ohh kau curi duit yek. Mana ada curi daaa, aku timbang daaa. Lihat baju mereka. Adakah?

Sunday, September 27, 2009

ADAKAH ANDA PENGIKUT AJARAN BLOGTOLOLOGY?

Yes, ia adalah satu ajaran baru.

Ia amat berbeza dari Scientology mahupun ajaran Pakcik Darth Vader Kahar.

In the states, dominant faiths in America include Roman Catholic, Protestant Christianity, Judaism, Islam and Buddhism.

Sociologists say about 20 new religions pop up each year in the United States. Gempak kan?

Yes, 20.

Even the fictional Jedi is not being spared. "May the force be with you" tagline sungguh sungguh sinonim dengan kita. Dan tipu kalau ada korang tak pernah terpikir untuk ada kosa macam tu kan.

Best kan you can move things without even touching them. I know what is in your mind, pervert!

Ia juga baik untuk musim Ops Sikap. Kalau ada kereta potong guna lane kecemasan, we just wave our hand and voila, kereta tu terhenti dan kita boleh ajak minum kopi free di R&R.

Ia juga baik pada ketika Astro tiada siaran bila mendung sikit, kita use that power to struck lightning kat orang Astro. Kat Seremban ada orang Astro tak?

Tapi sungguh gila kentang.

Di Ostolia pada 2001, lebih 70,000 manusia yang kononnya mengaku lebih bertamadun dari segala manusia di muka bumi ini mengaku sebagai 'members of Jedi orders'. Itu agama mereka.

Siapa nak jadik Yoda? To choose, we must.


Kesian Yoda nak call pun tak boleh, celcom takder line.

Anyway, in today's world of ICT, kita dah ada blog. Semua kasim, halim and margono can blog. Even one fella claim to be a Rasul, blogs. Tapi sekarang susah sikit nak update sebab depa dah kena tangkap. Maka, kepada pengikutnya, jangan marah ya.

Tapi itu yang tak boleh handle tu, while claiming to the world that you are a Rasul, you blogged too. Bukan ker Rasul ini sepatutnya ada keistimewaan khusus? Mukjizat? Heard of that cik Kahar?

Depa pakai PC apa yek? Berapa RAM? Ada graphic card tak? Depa main solitaire tak masa tunggu orang komen kat blog dia?

Adakah pakcik Kahar pakai LCD monitor 22 inci? Dual monitor? Hard disk 2TB? Dia pakai streamyx atau broadband Celcom? Kalau pakai Celcom, memang kuciwa lah. Banyak persoalan yang masih tidak terjawab tentang itu semua.

Sekali, ya, sekali, depa pakai Macbook Pro. Meleleh airliur.

Whatever is in the head of this old man. Aku rasa mungkin dia terlalu banyak tengok Star Wars. Dia merasakan kuasa Jedi dalam dirinya. Dia merasakan dia Luke Skywalker atau Anakin Skywalker yang bakal bertukar menjadi Darth Vader.

Tak mungkin dia merasakan dirinya Yoda. Darth Vader, he is.

Anyway, enough said about Pakcik Darth Vader Kahar. May the force be with you Master Kahar.

Ohh, if you need to know, aku tak ada kena mengena dengan Daddy Pin. Sumpah tak ada. Kaitan nama awal kami cuma secara kebetulan sahaja dan hanya ilustrasi penulis.

Now, ada satu lagi ajaran yang agak membimbangkan yang merayap di dunia blog, yang aku panggil BLOGTOLOLOGY.

Ia kini tersebar luas di banyak blog, terutama blog yang memiliki hits yang tinggi, biarpun mereka tidak memiliki Jedi force tetapi mereka sentiasa memastikan kehadiran mereka disedari. Camouflage mereka agak hambar, kerana mereka ini mudah dikenali.

Namun, mereka dipercayai memiliki kuasa hypnosis. Pastikan blog anda tidak dicampak dengan beras kerana itu antara tanda aktiviti pukau memukau sedang berlaku.

Kini, mereka ada di mana mana. Sungguh bahaya. Aku sendiri ingin menyiasat cara ajaran mereka apabila mereka meminta aku menjadi pengikut mereka.

Untuk mengenali mereka ini mudah sahaja, biasanya ayat mereka adalah:

"Saya jemput anda ke blog saya untuk menjadi pengikut saya." (selepas diterjemahkan dari Jom singgah kat blog saya untuk jadik follower saya).

Maka, please consult your parents sebelum anda menjadi pengikut kepada mana-mana jemputan itu. Ia mungkin memudaratkan. Jangan biarkan hidup anda diselubungi misteri ok nok?

CELCOM MUST COMPENSATE US.

As Malay Mail wrote it, it was the day Celcom service stood still.

No calls, no SMS, no MMS, there was totally no reception indicator throughout the almost 24-hour agony.

There was no immediate notification from them. None. If they say SMS, MMS services were uninterrupted, why is it that they failed to notify users of the breakdown via the same method? Are they so narrowed as their broadband service, to not even thought of this method? Who actually prepares the statement for the CEO? Some papermills graduates? Sack him.

Seriously, they panicked. Should a GLC panicked until a simple notification via SMS can't be done and had to turned to traditional media to notify the users?

Wait. This is not their first Aidilfitri? What kind of surge are they talking about? Kenapa tak check prior to this? Kalau betul apa yang ditulis blogger Obefiend that Celcom has limited resources to be running around to sites, then someone has to be responsible. And sack him too for failing to arrange adequate manpower during high traffic.

Takkan bagi semua orang cuti? Aku rasa, Ops Sikap kena dipanjangkan to Celcom as well, but in different twist. Ops Sikap for Celcom staff. Cool kan?

For us working in the media, we are very much dependable on cellphone as we are on the move all the time. And our sources will be transmitting newsworthy items to our phone at all time. NO wonder they were no sign of updates on ondscene.

We were very much affected by this national shame. We missed many of our assignments.

This episode reflects the status of Celcom.

Log on to their website, and you are greeted with:

GREAT SPEED | GREAT COVERAGE | GREAT TECHNOLOGY.

What is their definition of speed, coverage and technology?

Mind me again, they are Government Linked Company (GLC) and let me quote its CEO when hopping in Celcom bandwagon in 2005:

“To me, taking on the position in Celcom is like doing national service as it is a government-linked company.”

Thus, what had happened is a definite national shame.

When you failed, you failed the nation.

Life of many had been disrupted due to their failure. The extend of damage has yet to be determined, but I reckoned this tragedy had brought many of us to reconsider Celcom to be our sole telco provider in future.

Someone must take responsibility of the failure. It was not an hour stand still. That many hours had resulted to sufferings and losses to many. And difficulties too.

It is time the government review the management of Celcom and its service.

Their customer service scores below others. Being below average customer service and support does not entitle Celcom to be the leader in the industry.

When your service sucks, how do you justify your position? How do you claim to be the number one while your service at the lowest of the low?

Their service never been satisfactory despite their big hu-ha via below and above the line advertising.

According to reports, they are 9 millions Celcom users in Malaysia alone.

Some are government staff. Some are police officers. They are ‘obliged’ to use Celcom service. National Service I supposed? Well, good luck to them.

There are packages for government staff as well, for broadband which is NOT too broad after all. Ohh unless you speak on national television nagging about their service, someone will be sent to your home immediately to fix a repeater. Sweet? Yes sweet.

It is crapshit. Seriously crapshit.

We must use our consumer power and force them to compensate us.




And the following is the excerpts taken from Celcom’s terms and conditions.

18. Disclaimer
The Services are provided on an “as is” and “as available” basis and we disclaim any express or implied representation or warranties of any kind in relation to the Services including but not limited to availability, accessibility, timeliness and uninterrupted use of the Services; or sequence, accuracy, completeness, timeliness or the security of any Content or information transmitted using the Services or provided to you as part of the Services.

19. Limitation of Liability
We shall not be liable for any costs, loss or damage (whether direct or indirect), or for loss of revenue, loss of profits or any consequential loss whatsoever as a result of your using the Services or for whatever reason under this Agreement. Despite the above, our entire liability in contract, tort (including negligence or breach of statutory duty) or otherwise to you (except for death or personal injury caused by our negligence) shall be limited to the lower of either RM500 or the total of your charges in the 3 months preceding the relevant event or series of events.

I will not paste item no 20 of this agreement as it clearly states that as user we do not hold the privilege to claim any single sen due to the failure.

On the other hand, lets take item no 19 into consideration shall we.

Anyway, there is this Communications & Multimedia Consumer Forum of Malaysia. Tapi inilah pertama kali aku jumpa forum seperti ini. The forum members consist of players in the industry and NGOs. But believe me, forum Low Yatt lebih banyak complaint dari forum ni.

Tak pernah lagi dengar any of these people says anything about consumer rights on telecomunication and/or multimedia service in Malaysia. Perhaps sebab chairman adalah orang Telekom Malaysia? Check it out here. They are dormant.

Even the consumer rights section is still under construction.

They do have a section for online complaint but you must be registered. Aint sure sama ada effective atau tidak, tapi cubalah, but dont hope too much ok.

Try downloading this pdf file. You might find something interesting.

For those of you yang selalu complaint pada Celcom tapi macam cakap kat tiang lampu TNB, this file should give you some ideas how to complaint effectively (read: if SKMM pun tak macam tiang lampu TNB).

Kalau tak malas, kindly turn to page:

1. Page 29.
2. Page 34
3. Page 35

Seriously, the government should review this company. It is enough that we Malaysians had to be complacent with bad customer service from GLC such as TNB, and now, we must face another moron.

Like others, I shall wait for Celcom to announce a rebate, but even that, will a rebate compensate what we have lost and suffered? The time, the agony?

Perhaps Makhal Sakthi will pursue this matter?

Note: For more in-depth of this agony of ours, click here - a review by my brother blogger - bystander eye.

Friday, September 25, 2009

KENAPA CELCOM JEK YANG KATA - FAILURE CAUSED BY HEAVY TRAFFIC?

This is what they say via The Star online today:

Celcom network failure caused by heavy traffic volume

PETALING JAYA: Celcom’s disrupted phone lines nationwide were gradually restored some 10 hours after the interruptions occurred.

“The failure was mainly due to heavy call volume which had increased by five folds during Aidilfitri,” said Celcom chief executive officer Datuk Seri Shazalli Ramly.

Other services such as SMS, email, GPRS, mobile broadband, roaming, IDD, and calls to other networks and fixed lines were unaffected.

Read more here.

I have been facing difficulties in using my Celcom since yesterday's morning (24 Sept).

Dan hari ni ada kes rompakan kedai emas yang aku terlepas. Jarang aku terlepas. Aku terlepas kes kes seperti ini bila aku berada di luar JB.Tapi sangat sangat jarang.

Dan contact aku cuma call Celcom line aku dan aku amat amat menyumpah Celcom hari ni dan turut berharap Chief Technology Officer kena panah petir. Haha. Ok tak.

Dialing another Celcom seems to be futile. Failed connection. No reception at all, altho I am not in any place that may block the reception to my cellphone.

They say services such as SMS and calls to other networks were unaffected, and that is totally crapshit. Totally crap.

When there is NO reception at all, how the hell can you send any SMS?

Celcom has never been my favourite telco due to their bad customer services. I have no choice but to have two numbers for contacts and the nature of my work. And its reception has never been favouring me at home.

Kalau tengah bercakap, to have myself cakap sorang sorang while the line has actually been disconnected is too common. Drop calls are common to me. Maka, seperti jaman 80-an dan awal 90-an masa tepon masih lagi ada cross line boleh dengar tokeh Cina jual bakuteh, aku akan berjalan jalan dari dapur sampai ke porch rumah untuk dapatkan reception.

What baffles me is Maxis pun ada traffic congestion during Aidilfitri tapi ok jek? And mind me, but Celcom has been in the industry for many years now, dan this is NOT their first Aidilfitri. Dah lama dah melepasi zaman puberty.

Aku tak pandai pasal soal teknikal tapi it doesnt take a rocket science pun. Kalau duit berjuta boleh dicairkan melalui iklan kat semua tempat, kenapa tang teknikal ni taknak invest? Ohh jangan lupa invest kan sekali in having better quality staff as well.

Adakah mereka masih menggunakan sistem yang sezaman dengan Datuk Jins Shamsuddin atau A. Galak?

Seriously, untuk dua hari sejak semalam, Celcom has lost its reputation. How can a GLC failed its service? If you call this National Service, then someone has to go. Chief Technology Officer perhaps?

Kalau di Jepun, it will be taken seriously until the CEO perform harakiri or jump from a tall building without a cape. Hopefully that will not happen here in Malaysia, tapi are we entitle to claim losses from their failure?

Oh, we can't sebab kita ada agreement yang tak pernah kita baca, yang font-nya lebih kecil dari font blog ni. Dan kita pulak memang dikenali malas untuk membaca. Bak kata my fren Cinta, scan scan lebih kurang.

Note: The girl in pix is using Maxis.

Macam mana pun, ada blessing in disguise. Aku berjaya save kan battery handphone aku sebab memang takde call atau sms masuk pun. Hahahah.. (ketawa tawar).




SAYA KENAL DIA.

Couple of days sebelum Raya, I was in Tangkak, Segamat which is jauh berjuta batu, bukan untuk balik kampung tetapi for an assignment.

Along the way, banyak jugaklah accident sebab hujan lebat. Three accidents in within 100 meters.

Hope semua yang akan balik kampung this weekend akan lebih berhati hati dan jangan tunjuk terer atau buktikan setan dah masuk badan, bawak lelaju dan potong di lane kecemasan.

Salah satu accident yang kami tengok ialah sebuah kereta Proton yang terperosok bawah lori di lane kecemasan. Itu mungkin sebab nak potong.

Anyway, met the Ketua Polis Tangkak, Superintenden Harun yang dulunya ketua polis Mersing, Johor.

Kalau tak silap in 2007, kami berjumpa beliau di Mersing untuk buat liputan mengenai aktiviti mendulang emas di Kampung Sri Pantai.



Well, memang ramai manusia yang pergi ke pantai tu bila cerita mengenai penemuan emas tersebar. Yang paling tak boleh handle ialah ada datang sejauh Kelantan dan Trengganu.



Tetapi sebenarnya selepas mendulang seharian, idaklah banyak pun yang diperolehi. Dari pagi mendulang, bergelumang dengan selut pantai, dapatlah cuma segram. Itu pun kalau nasib baik.

Kami pun cuba jugak untuk dipaparkan melalui assignment tu, tapi dari pagi sampai ke petang, kami terfikir, kumpul duit, pergi jek Habib Jewel.

Yang paling buat duit masa tu ialah peniaga yang jual air, jual makanan. Itu sebenarnya. Haha.




Anyway, semasa aku dan Superintenden Harun sedang berbual di tepi pantai sementara krew buat penggambaran dalam air, kami didatangi seorang lelaki berusia dalam lingkungan 30-an.

Lelaki: Assalamualaikum.

Aku: Waalaikumsalam.

Lelaki: Dari KL?

Aku: Ya, dari KL (sebab malas nak layan, dan instinct aku rasa macam tak kena kalau cakap dari JB, dan pada ketika itu aku memakai vest tertulis stesen tv yang aku wakili).

Selepas sesi suai kenal tanpa bergesel pipi, aku menceritakan tujuan penggambaran itu, dan lelaki ini berjaya meriangkan hati kami.

Lelaki: Baguslah bang buat liputan ni. Eh bang saya ada kenal kawan abang yang bertugas kat JB ni.

Aku: (aku dah saspek dah..) Ohh ye ker? Siapa?

Lelaki: Kawan baik saya tu, selalu gak saya ikut dia pergi buat liputan. Biasanya dia buat liputan pasal serbuan dengan polis, jabatan agama, imigresen.

Aku: Ohh ye ker? Siapa nama dia.

Lelaki: Biasa kita orang panggil dia Zul jek.

(untuk makluman rakyat jelata sekelian, vest aku tertera nama kecik - hazrey dan bukan nama penuh).

Aku: Zul ehh, macam mana rupa dia? Dia memang based di Johor Bahru ke atau datang dari KL jugak untuk assignment?

Lelaki: Dia memang based di JB. Alah dia tinggi tinggi, orang JB, saya rapat dengan dia.

Untuk mengorek lagi cerita dari mamat ni, aku kapurkan dia sikit, beritahu aku baru join company tv ni.

Aku: Ohh kami tak biasa sangat dengan krew kat JB ni. Lagipun saya baru join company ni bulan lepas.

Lelaki: Dia bagus bang. Berani, ikut serbu disko, serbu orang buat maksiat. Ni pun minggu depan dia ajak saya ikut dia lagi.

Aku: Baguslah, kawan baik awak lah tu?

Lelaki: Memang rapat bang. Oklah bang, saya gerak dulu nak pergi tengok diaorang mendulang.

Sebaik lelaki itu melangkah blah, aku dan Superitenden Harun terbahak bahak ketawa. Dan tempohari, kami masih lagi ketawa pasal cerita tu. Dan bahak kami dan guling kami masih sama dan kuat.

Nasib baik depa tak kutuk kawan baik dia nama Zul tu. Kalau dia kutuk, konpem aku dah berlari ke arah pendulang dan pinjam kuali mereka untuk dihadiahkan atas kepala dia.

Morale of the story, jangan poyo. Tolong check betul betul siapa yang anda temui sebelum mengaibkan diri sendiri. Tapi kalau sesekali buat tak apa, at least boleh buat bahan kat blog. Kah kah kah kah kah.



Tuesday, September 22, 2009

NAK JUMPA, NAK LEPAK, NAK BERBORAK.

Selamat Hari Raya Aidilfitri. Banyak duit collect?

Aku baru bercakap dengan kawan aku Sham yang menulis blog ondscene selepas puas aku gelakkan dia sebab tak reti nak beraya.

Macam tak ada life. Tapi dia jawab:

"Dah nama on the scene, mestilah 24 jam."

Well, that is Sham. Di sebalik rambutnya yang semakin kurang, dia begitu komited dengan kerja. Siang malam, subuh, dia dengan kamera video Panasonic.

Kalau dia bercakap, dia akan bercakap bersungguh sungguh. Kalau dia menulis, dia akan menulis bersungguh sungguh.

Aku cemburu dengan dia. Tapi aku tak cemburu dengan rambutnya. Hahah.

Sorang lagi yang akan aku call ialah Shah yang menulis militaryofmalaysia. Kekadang aku tak paham apa yang ditulis tetapi dia berjaya buatkan aku faham. Confusing kan? Haha, definitely.

Shah menulis mengenai defence system Malaysia. Dan juga seorang wartawan, sama seperti Sham Ondscene. Shah pulak tak suka matanya diketahui pembaca. Kalau ada gambarnya, dia akan mosaic kan matanya.

Aku percaya, kalau tidak di mosaic kan matanya, pasti ramai yang terpegun dengan panahan padangan matanya. Haha. Tapi, yakinlah, Shah tidak juling. The next time kalau sesiapa terjumpa Shah, pastikan tenung matanya puas puas sebab anda tidak akan berpeluang untuk melihat matanya di blog.

They both have something in common. Haha. Tekalah.

Another is Saniboey di akubimbo. Dia juga seorang wartawan.

He is my partner in crime semasa di Johor dulu dan masih menjalin hubungan terlarang kami.

His rebellious attitude memang aku dah lama kenal tapi aku sebenarnya layankan jek. Hahah. Ok tak tak. We go back many years, many dan kami sama usia NAMUN obviously aku nampak lebih muda dari dia. Thank you, I know.

Dan pagi tadi, aku bercakap dengan Sham Ondscene dan tetiba timbul cerita untuk buat sesi lepak-ing sambil hidu gam kertas bersama Shah militaryofmalaysia dan Akubimbo.

Kami bercadang cadang (read: angan-angan) untuk adakan meet-up antara empat wartawan ini pertengahan Oktober ini. However, I have yet to inform Saniboey bimbo about this. Nantilah memalam sikit sebab nak elak dia PAKSA aku pergi rumah dia kat Seremban (read: tanpa bagi duit tol dan duit minyak).

And this so-called gathering will also be opened to our readers. Limited numbers tho, sebab nanti it sounds soo gay pulak buat reramai.

The dress code for the ladies will be two-piece bikini, haha, ok tak. Tak, sumpah tak. Nanti kena tangkap, masuk paper for wrong reason.

Dan aku, mungkin aku akan jemput Mawi untuk menyanyi. Kenapa korang gelak?

Ehem, best kan kalau Hanis Zalikha pun ada! Tak, I am saying on my Johor sentiment ok. Jangan sangka buruk.

Kata Sham Ondscene, this will also be an avenue for him untuk bagi hadiah pemenang reka blog header dia yang dah long OVERDUEEEEEEEEEEE (read: seperti usia dia).

So, siap sedialah dengan baju anda sebab Sham Ondscene akan beritahu venue dan tarikhnya nanti.

We have yet to decide macam mana nak buat, tapi dah ada basis untuk buat. There will be no invitation, that's for sure. Kami akan decide macam mana nak buat.

Errr.. please do not expect Shah militaryofmalaysia untuk bagi kereta kebal sebagai door gift ok.

For us here, siapa nak pergi, sila angkat tangan.



Sabrina - the next top model.



Nope, she is not available. Tak cukup umur.

Wifey's niece.

Her dream is to be a model!

Hanis Zalikha, start writing your resume!!

* * * * * *





Monday, September 21, 2009

TIRING RAYA.

Yes.

Pagi: Makan

Tengahari: Makan

Petang: Makan

Malam: Makan

Double it, and you will get one fat, yeah, one gigantic hazrey - specifically kat perut. Hilang comel. Sigh!

The foods are just too tempting.

Nasi minyak, ketupat, kuih, you named it, everything, semua telan.

I aint surprised kalau by next week, setakat 5kg boleh tapau dengan mudahnya.

While wifey is getting more compliments like makin cantiklah, makin hot lah, makin cun lah, the only compliment I am getting is - NONE.

Tak boleh ke these people be a bit plastic and say something nice about me?

Tak boleh ke kata - ehh muka kau iras Brad Pitt lah, or perhaps Hans Isaac will do. Yeah, no pun intended tapi cakap jerlah aku nampak macam Afdlin Shauki. Kodoklah!

This year, I recycled my baju Melayu sebab taknak membazir. Membazir itu kan amalan syaitan (ok aku tipu, aku dah pikir, kalaupun aku pakai baju Melayu baru, aku tetap tak hot, maka recycle pun orang tak perasan).

And, aku taknak tragedi sungguh sedih berulang sebagaimana tahun 2007- di mana baju aku sepesen dengan langsir umah in law aku. Hawau betul. Dan yang paling best, it is the same tone pulak tu. Takyah nak photoshop, memang sangat sangat blend aku dengan langsir tu.

Yang semakin tragis, my in law siap frame kan gambar itu di dinding utama rumah dan menjadi tatapan semua yang datang ke rumah itu. Aku hanya mampu tersipu malu walaupun kekadang aku rasa seperti mau sahaja aku berlari lari anak ke bilik tidur, lantas menghempaskan diriku, kemudian menutup mukaku dengan bantal. Sungguh filim Melayu.

Sangat sangat tragis.

Nope, I am not giving you the opportunity to laugh at me by posting that tragic picture here. No way.

This year, brown is our theme. Tapi kenapa perlu ada kedondonan? Someone called and asked me what is the color of my baju Melayu.

Kawan: Yo bro, wassup wassup. (Ok tak, dia tak helo camtu. Dia bagi salam).

Me: Salam. Aku suka makan ice cream paddle pop. Maka color tahun ini adalah paddle pop. Wuhuuu..

Aku tak tahu tapi kawanku itu terus kelat suaranya. Mungkin terlalu banyak makan ketupat. Sangka baik.


Best kan kalau baju Melayu banyak color camni. Meriah tak?

Ok, aku dah penat sangat dah ni.

Nanti ada cerita pasal iklan radio TM dan Metro Ahad (yes, ruangan hiburan again).

p/s:

Ninoz: Laksa Johor tak ada. Sedap kan kalau ada ni..

Izawati: Segamat jauh sesangat, but I was in Tangkak 2 days before Raya for an assignment.


Saturday, September 19, 2009

BILA RAYA.

Dulu dulu, kiraan hisab hanya sebahagian dari penentuan berakhirnya Ramadan.

Maka, selepas berbuka, semua akan duduk di depan televisyen untuk mendengar pengumuman bilakah raya.

Mak sudahpun siap menganyam daun ketupat dan diisi dengan beras. Menanti que sahaja.

Adik beradik lain turut membantu.

Aku turut tolong. Tolong tengok sebab sehingga hari ini, aku tak dapat mewarisi kehebatan menganyam ketupat. Aku tak tahu kenapa, mungkin sebab darah Brad Pit terlalu tebal dalam diri.

Semua adik beradik aku pandai menganyam.

Tahun 80-an itu, apabila Penyimpan Mohor Mohor Besar Diraja muncul di kaca televisyen kecil kami, semua orang akan senyap dan fokus pada pengumuman.

Mak: Jangan bisinglah, nanti tak dengar bila raya.

Serentak dengan itu, mata emak jadik besar. Cukup signal itu, semua akan diam. Itu que kami.

Dan seperti kakitangan kerajaan yang mendapat berita dapat bonus walaupun kualiti kerja mereka tu sepatutnya dipotong gaji dan bukan ditambah duit rakyat, kami melonjak bila dengar hari keesokannya adalah hari pertama Syawal.

Que yang paling teruja untuk ayat standard Penyimpan Mohor Mohor Besar Diraja adalah:

"... saya mengisytiharkan tarikh Hari raya Puasa bagi negeri negeri seluruh Malaysia telah ditetapkan hari...."

But seriously, itulah saat glory untuk Penyimpan Mohor Mohor Besar Diraja. Setahun dia akan muncul untuk pengumuman Ramadan, Syawal dan Aidiladha.

Cukup tiga kali sahaja, tetapi berjuta orang ingat akan wajahnya.

Apapun, aku cukup teruja untuk menunggu pengumuman malam ini, nak tengok warna baju Melayu yang bakal dipakai beliau.

Namun, pada tahun 80-an juga, pada ketika kami bersiap siap menyambut Syawal, kami terpaksa melupakan sambutan berikutan pemergian nenek kesayangan selepas beberapa minggu terlantar di hospital.

Cukup sedih pada masa itu, lebih lebih lagi aku antara cucu paling rapat dengan nenek. Kami di Johor tidak panggil nenek, tetapi tok sebagai gelaran pengganti buat nenek.

Ketupat yang dimasak menjadi merah. Terus dibiarkan begitu sahaja.

Berita yang tiba pada waktu maghrib itu bagai tidak disangka, apatah lagi hanya beberapa jam sebelum itu, kami sempat menjenguk tok di hospital.

Bergegas semua ke hospital. Ditinggalkan segalanya. Api yang membakar periuk berisi ketupat terus disimbah air.

Mak tak henti menangis.

Perjalanan ke hospital yang tidak sampai 2km bagai jauh rasanya.

Dan malam ini, pasti kenangan itu muncul kembali. Pasti mak akan sedih.

Kami semua tidak lagi dapat bermanja dengan atuk, nenek baik di sebelah mak, mahupun di sebelah ayah. Semuanya sudah pergi meninggalkan kami. Kami redha walaupun hakikatnya: bukankah setiap cucu akan merasa amat seronok dapat berjumpa atuk, nenek? Dapat merebahkan diri dalam ribaan mereka. Diusik, dimanja?

Berkejar kalau nampak mereka? Melonjak keseronokan melihat wajah mereka?

Mendengar takbir raya malam ini pasti menggamit pilu buat mak. Juga, buat ayah disebalik wajah lesu, wajah yang semakin dimamah usia ayah dan mak.

Pastinya seronok dapat memeluk mereka yang kita panggil mak, ayah, abah, umi, mama, papa. Peluklah mereka, setiap hari. Tunjukkan mereka kasih sayang kita yang tak seberapa ini berbanding kasih sayang mereka selama membesarkan kita.

Pohonlah maaf seikhlas hati. Pohonlah keampunan bagai hari ini adalah hari terakhir buat kita. Pohonlah restu bagai hari ini hari penamat buat kita. Bisikkan betapa bertuahnya kita dilahirkan di dunia dengan kasih sayang mereka.

Sambil itu, marilah kita sedekahkan Al-Fatihah kepada mereka yang sudah pergi. Roh roh mereka akan menangis malam ini. Sedekahkan sebanyak mungkin buat mereka. Doakan agar roh mereka dipermudahkan di alam barzakh sementara menanti akhirat.

Salam Aidilfitri.

Friday, September 18, 2009

SAYA TAK SALAH. KALAU SAYA SALAH, SAYA MINTAK MAAF. TAPI SAYA TAHU SAYA TAK SALAH.

Note: Sebelum baca entry ini, apa kata kita lompat dulu untuk baca entry ini:

"Mereka sudah tiada di depan mata. Hanya mendiami hati, ingatan Aisyah. Mereka pergi menemui Ilahi selepas terlibat dalam kemalangan. Kemalangan yang menyebabkan Aisyah koma selama hampir sebulan, terlantar anak kecil ini di atas katil bagai menanti hari muka."

Klik di sini.

* * * * * * * * * * *

Ok, aku terus terang.

Aku banyak buat salah melalui blog ini walaupun kesalahan aku kurang dari salah korang.

My confession:
1. Salah taip.
2. Salah grammar.
3. Tak betul flow nya.
4. Salah date.
5. Salah info.
6. Salah link

Aku terus terang. Korang perlu mintak maaf dari aku sebab korang banyak buat salah dengan aku. Ni dah nak raya, baik kurangkan dosa.

Aku: Kau kena mintak maaf dengan aku, aku tak kira. Banyak dosa kau.

Korang yang straight: Apahal pulak? Lu lah mintak maaf dulu. Apaaaa hal lu mat.

Korang yang separuh straight: Ehh jantan, tak cukup lagi ker? Tak kuasa nyah. Muka kau macam
Hamid Gurkha.

Korang yang straight tapi sebenarnya tak straight tapi pura pura straight: Blog siapa ni? Bukan blog ada gambar pondan ehh? Bukan blog askar ehh? Kenapa google masuk sini? Takder pun gambar askar.


Korang yang cuba mencipta nama melalui cerita dongeng dan akhirnya terima NOD: Mampus aku, mampus aku, mati aku, tak beraya aku. Aku nak acah jek, macam mana boleh jadik macam ni. Abislah aku.


Korang yang tolong hantar NOD: Ok kau lebih kacak dari Hamid Gurkha dan lebih kacak dari Engku Ibrahim Engku Ngah walaupun berjuta orang lebih suka tengok dia walaupun hanya muncul di TV, tiga kali setahun. Dan aku tahu, kau baru beli TV dan aku jeles.

Korang yang tetiba mintak pass untuk aku masuk masjid: Aku sibuk sebab layan bini aku dan bakal adik ipar aku seorang tokeh.

Aku: Ok, takper, korang tak perlu mintak maaf, tapi kalau ada keperluan, sila pastikan ia dilakukan melalui dua akhbar terkemuka. :)

Dan kepada semua pondan pondan yang masih terlupa jantina, bersempena raya ini aku pohon maaf jika anda tersinggung dan tersingging di atas semua posting aku sebelum ini walaupun sebenarnya aku tahu, korang suka posting itu sebab ia peluang untuk korang tunjuk muscle lengan dan halkum kamu. Kan? I know.

Kepada Mawi, saya masih lagi tak dapat kuih raya dari anda. Boleh hantar hari ini ke rumah saya. Taman Impian Emas dengan rumah saya tak jauh. SMS saya kalau nak hantar, ok ?(caj lebih murah dari undi AF).

Kepada semua lelaki lelaki (yang kebanyakannya masih tak dapat menandingi halkum comel aku serta kejambuan aku) serta perempuan perempuan yang hot dan masih terasa hot (mungkin disebabkan cuaca atau suami tak belikan gelang emas kuning baru macam Mak Jah pakai):

Jutaan terima kasih kerana sudi bersama melayari blog ini bersama saya. Kerana andalah jugak, saya tidak berhasrat menyimpan misai atau goatie.

Serta, sambutlah Syawal ini dengan penuh kesederhanaan, (read: jangan abiskan duit laki, jangan abiskan duit laki, jangan abiskan duit laki - ya, ia perlu dibaca tiga kali sambil hembuskan di ubun ubun isteri anda. Kalau tujuh kali, ia jadik mandrem penunduk. Jangan, berdosa).

Tentunya, ketika menyambut Syawal itu dengan penuh keinsafan, ingatlah kepada mereka yang tidak dapat bergembira seperti kita. Jangan lupa akan kanak-kanak seperti Aisyah.

Kalau kita bertungkus lumus untuk ingat mereka ketika Ramadan (read: sebab nak masuk syurga TV dan dipuji sebab masuk tv dan paper, dan bukan syurga Allah) SWT), kita pinggirkan mereka tika Syawal ketika kita, dengan gelojohnya menjamah ketupat, menghirup kuah lemak, menyondol lemang ke dalam mulut dan menjamah semua jenis kuih walaupun kita tahu, kita jamah sebab nak komen (read: mentega tak cukup, keras, tengik, tak pakai buttercup, masuk angin) dalam kereta lepas balik rumah yang dikunjungi (read: ok, dosa dicarry forward ke tahun depan).

Dan aku pasti di blog ini, jika ada bahasa yang dikasari, ia adalah typo error.

Jika ada tercarut atau termaki, ia disebabkan registry windows XP yang dibeli dari lanun. Ia juga mungkin disebabkan spyware yang secara tidak sengaja didownload ketika melawati laman blog anda.

Jika ada termarah, ia mungkin disebabkan hard disk dah sendat seumpama kebaya anda raya tahun ini sehingga nampak Silverstone, GoodYear dan Dunlop di bahagian pinggang.

Jika ada yang tersinggung, anggaplah ia sebagai pendorong untuk kita membeli notebook atau pc baru selepas raya ini.

Akhirkata, Selamat Hari Raya Aidilfitri, Maaf Zahir dan seluruh kebatinan kami:

Hazrey dan Honey.
(yeah i know lawa pagar kat belakang tu, jangan sarcastic boleh tak?)

p/s: Jangan pandu laju. Kalau pandu laju, pastikan duit cukup untuk bayar saman ekor. Kalau rasa tak mampu, sedarlah diri sikit.

Dan aku dan wifey akan beraya di Johor Bahru. Jika ada yang nak datang, pastikan salam turut dilembarkan bersama dengan duit raya RM50 ke atas bagi menampung kos dan perbelanjaan kami buat anda ketawa selama setahun. Kami tak charge banyak.







IBU, AYAH? KENAPA TAK BAWAK ADIK BALIK RUMAH UNTUK BERAYA?

Kejap lagi akan terdengar takbir raya. Takbir tanda akan berakhir bulan penuh keberkatan. Setahun menanti, bagai tak puas bermanja beribadah dengan PenciptaNya, bulan penuh dengan pahal berlipa kali ganda sudah sampai ke penghujung.

Aisyah melihat takwim. Mulutnya kumat kamit bagai berkata sesuatu. Mungkin menghitung. Mungkin membisikkan sesuatu.

"Ohh, ibu Rohani kata, Ramadan dah nak abis. Esok dah raya. Bestnya!" terdengar suara kecilnya. Bibirnya menguntum senyuman. Comel senyumnya, lengkap dengan sepasang lesung pipit di sebalik rambut halusnya.

Tahun ini, kali kedua Aisyah menunaikan ibadah puasa. Keletihan tahun lalu kerana berlapar dan berdahaga tidak lagi dirasai. Gigih sungguh Aisyah biarpun hanya berusia 6 tahun.

Ibu dan ayahlah yang mendidik Aisyah berpuasa. Menceritakan nikmat berpuasa. Menceritakan ganjaran di akhirat kelak. Menceritakan betapa puasa itu bukan sekadar menahan diri dari lapar dan dahaga semata-mata. Dan ibadah diberi bonus pada Ramadan ini. Lebar mulut Aisyah ternganga mendengar ibu dan ayah.

"Adik, adik tau tak, nanti di akhirat nanti, bau mulut orang yang berpuasa wangi sangat, lebih wangi dari segala jenis minyak wangi kat dunia ni," kata kata ayah masih terpahat dalam ingatan.

Ibu hanya tersenyum.

Aisyah anak kedua dari dua beradik. Usia abangnya selang dua tahun sahaja. Akrab keduanya bagai tidak boleh dipisahkan.

Bagai sebuah pasukan, mesyuarat keluarga selalu diadakan biarpun untuk membeli sebuah perabut baru mahupun jika ayah berhasrat membawa mereka bercuti.

"Ibu, ibu, kenapa ayah selalu nak cakap cakap dengan adik ngan abang. Benda benda yang ayah cakap cakap tu kan untuk orang besar. Adik kan budak kecik lagi," soal Aisyah pada ibu. Berkerut kerut dahi Aisyah. Ibu hanya tersenyum.

Kata ibu, ayah mahu menerapkan nilai kekeluargaan, nilai keakraban serta pembentukan kematangan dalam diri anak-anaknya.

Ayah pernah meminta Aisyah dan abangnya, Musa untuk memberikan pendapat warna tema bagi baju raya. Aisyah memilih merah jambu, lantas digelakkan Musa.

"Pink untuk owang pompuan lah adik. Takkan abang nak pakai pink," celah Musa sebaik Aisyah mengutarakan cadangan.

Ayah dan ibu turut tertawa.

Aisyah hampir menitiskan airmata. Sampai hati abang cakap macam tu. Kecewa hati Aisyah. Musa bangkit. Ketawanya masih kedengaran. Terus Musa hampiri adiknya.

Dipeluknya kuat kuat adiknya.

Dibisikkan pada adiknya.

"Tapi pink mesti cantik kalau adik pakai. Nanti kalau adik pakai pink, abislah kita orang semua sebab semua orang mesti asyik tengok adik," pujuk Musa.

Hanya itu mampu Aisyah pahatkan dalam ingatan. Tahun ini tiada lagi gelak ketawa ayah, ibu dan Musa.

Mereka sudah tiada di depan mata. Hanya mendiami hati, ingatan Aisyah. Mereka pergi menemui Ilahi selepas terlibat dalam kemalangan. Kemalangan yang menyebabkan Aisyah koma selama hampir sebulan, terlantar anak kecil ini di atas katil bagai menanti hari muka.

Ayah, ibu dan Musa sudah pergi meninggalkan Aisyah. Aisyah kini penghuni rumah anak yatim, dan ibu Rohani menjadi ibu dan ayah kepada Aisyah untuk mengadu, untuk merintih, untuk merengek, untuk nakal dan dimarahi dan untuk berlari lari dikejar.

Tapi Aisyah tidak faham apa yang berlaku. Kata orang, ayah, ibu dan abang pergi jauh. Tapi kenapa tak balik balik. Kenapa tak ambik Aisyah?

Puas ditanya ibu Rohani.

Hari ini pula, hari terakhir Ramadan. Aisyah tidak begitu gembira. Resah hatinya menunggu ayah, ibu dan abang.

Begitu juga dengan Johan, Amirul, Zamani dan Zulaikha yang menjadi teman Aisyah, kawan Aisyah bermain, rakan Aisyah ketika ketawa di rumah anak yatim itu. Merekalah adik beradik Aisyah.

Sepanjang Ramadan, terasa seperti seorang yang begitu penting. Disambut, dirai, dipeluk, dicium. Terubat rasa rindu, terubat akan pelukan seorang dewasa. Terubat akan sentuhan seorang ibu, seorang ayah. Disuapkan makanan, ditatang bagai minyak yang penuh sepanjang Ramadan.

Tanpa disedari, airmata Aisyah mengalir menuruni pipi.

Ayah, ibu.. kenapa tinggalkan Aisyah. Kenapa bawak abang sekali. Kenapa tak ambik Aisyah sekali? Apa dosa Aisyah? Aisyah janji tak akan nakal lagi. Ayah, ibu, ambillah adik balik. Adik nak balik.

Aisyah seakan tak mengerti, semakin hampir Ramadan ke penghujung, semakin hambar akan sentuhan, pelukan dari orang dewasa. Semakin hilang akan sambutan besar besaran. Kenapa pakcik makcik tu semua tak datang lagi?

"Ibu, kenapa kita tak pergi makan kat hotel lagi?"

"Kita buat salah ke? Kenapa pakcik dengan makcik semua tu takde lagi? " Ibu Rohani tak mampu untuk menjawab soalan Aisyah.

Ayah dan ibu pula tak kunjung tiba.

Esok Syawal.

Siapa yang akan Aisyah cium tangan, peluk dan memohon maaf?

Pengalaman pertama buat Aisyah menyambut Syawal dibaluti kesunyian. Apa yang akan Aisyah lakukan esok pagi? Takbir sudah bergema.

Aisyah melihat keluar.

Mana kereta ayah? Kenapa ayah tak sampai sampai? Ayah? Ayah?

Ibu ? Ibu? Ibu, janganlah bencikan Aisyah. Ibu, Aisyah nak cakap sorry pada ibu. Ibu taknak marah Aisyah lagi. Aisyah janji tak nakal lagi. Aisyah janji tak malas lagi. Aisyah janji tak kotorkan rumah.

Mesti ayah banyak kerja, Aisyah cuba memujuk hatinya. Mesti sekejap lagi ayah sampai. Mesti sekejap lagi ibu datang. Aisyah tersenyum memikirkan akan baju baru yang bakal dibawa ayah, ibu dan abang untuknya. Aisyah terbayangkan warna pink kegemarannya.

"Nanti mesti dapat duit raya dari ayah."

Allahuakbar.. semakin bergema takbir, Aisyah masih termangu merenung keluar, menunggu cahaya lampu kereta. Lampu kereta ayah membawa ibu dan abang, datang untuk membawa Aisyah pulang.


Wednesday, September 16, 2009

16TH SEPTEMBER 2009

It is 16th September 2009.

Born on this date:


Antoine Parent, French mathematician
James Cash Penney, department store founder (J C Penney)
Marc Anthony, American singer

It is also the day of the formation of Malaysia.

And today, I will sing the loudest birthday song, even if it is out of tune.

Yang penting, ia mesti dilakukan for someone that I love so much. Very much. My love to her is unconditional.

Happy birthday mak. Love you. Love you and love you.

Ok, mak tak blogging but you may send her birthday gifts sebab gave birth to one wonderful soul to cheer you up. You owe her big time.

Jangan pura pura tak tahu.

To my lil' bro, Azhan, jangan buat buat lupa ok. And to all my scandals, pergi wish. Aiseh, takder scandal, sebab tak ensem. Damnit. Ok, korang pun boleh.

p/s: New handphone for mum? Sofa? Jewelleries? Cake?

ANU.

Aku teringat entry ini.

It is about the word ANU.

Ia timbul selepas aku berbual dengan rakan aku, Hieda mengenai perkataan ini. Ok kami sebenarnya berdebat bagaimana penggunaannya dilakukan dalam kehidupan seharian. Tetapi sebenarnya kawan aku ini lebih banyak ketawa dari berdebat.

Macam mana pun, aku teringat akan filim yang disebutkan dalam entry terdahulu.

Apa kisah filim tu altho aku tak peduli sangat pun pasal industri hiburan kat Malaysia ni.

Apatah lagi, filim kita lipsing (gerak mulut) selalu lari dari vocal audio. Ayat yang keluar dari mulut lebih cepat dari gerakan mulut.

Kalau nengok filim kita, kena bayangkan ia adalah sebuah filim diterjemahkan. Betul apa.

Anyway, perkataan anu ini sebenarnya serba serbi boleh digunakan. Cuma kami di media tak boleh pakai perkataan ini. Belum pernah lagi setahu aku.

Terbaru ialah apabila digunakan sebagai tajuk filim. Note, nope Heida, aku tak akan pakai macam ni. Aku tulen nokkk!!


Dari www.murai.com.my

Kata produsernya, ia bukan filim porno. Dalam masyarakat seharian kaum Melayu, perkataan anu ni sering dirujuk sebagai kemaluan atau vulgar slang, tak kira lelaki atau perempuan. Makanya, ia dikira agak sensitif jika digunakan di majlis rasmi.

"Dengan ini dipersilakan untuk tetamu kehormat kita menekan anu di atas pentas sebagai tanda pelancaran program ini. Dengan segala hormatnya dipersilakan menekan anu."

Well, in this case, the anu is the launching gimmick. Of course, the VVIP tak akan menekan anunya jika jemputan itu dirujuk dari sudut dalam botol. Kalau dia tekan anunya, pasti akan menimbulkan kegusaran kepada tetamu lain. Pasti, kecuali dia penari Michael Jackson.

Tetapi ia juga boleh digunakan sebagai rujukan kepada seseorang.

"Si anu tu, keluar dengan si anu, sampai sekarang tak balik balik. Dengar dia keluar pergi jumpa si anu."

Atau:

"Dekat anu tu, pergi ambik."

Mak mak dan nenek nenek juga pernah memarahi kita dengan ayat berikut:

"Buat apa dianukan budak tuuuuu.. kan dah menangis."

Tak tahu pakcik atau makcik mana yang memulakan revolusi anu ini.

Tetapi ia digunakan secara menyeluruh mungkin kerana suku katanya yang pendek.

Biarpun sukukatanya pendek, ia tidaklah dianggap sebagai gambaran ukuran fizikal apabila ia dirujuk untuk disimpan dalam botol.

Hakikatnya, ia sekadar memudahkan rujukan dan perlu dikaitkan dengan ayat sepenuhnya serta body language si pengucapnya. Ini termasuk pengucapnya yang lembut dan merujuk kepada alat kelamin boiprennya.

Sesungguhnya perkataan anu ini menggantikan banyak nouns dan verbs dalam kehidupan seharian kita.

Aku juga teringat akan seorang kawan sekerja bernama Annudurai yang meminta aku memanggilnya dengan nama Annu sahaja. Ia agak kekok tetapi bila di depan orang ramai aku akan panggil nama penuhnya sebab dia seorang wanita. Tak manis, lebih lebih lagi otak aku sering mengecewakan aku.

Ia juga mengingatkan kita kepada penggunaan perkataan Smurf dalam siri kartun Smurf yang popular sekitar 1980-an.


I need something smurfling now..

Ia juga bolehlah diumpamakan dengan penggunaan oleh orang Barat bagi perkataan Dick sebagai diminutive form dari nama Richard.

Mengenai contoh penggunaan perkatan dick, melalui laman wikipedia, ia disebut begini:

"Being right about an issue does not mean you're not being a dick! Dicks can be right — but they're still dicks; if there's something in what they say that is worth hearing, it goes unheard, because no one likes listening to dicks. It doesn't matter how right they are."

Terjemahan:
"Berada di pihak yang betul mengenai sesuatu isu tidak bermakna anda bukan seorang anu. Anu boleh betul, tetapi mereka tetap anu; jika ada sesuatu yang mereka ucapkan patut didengari, ia tetap tidak akan dipedulikan, sebab tiada siapa yang suka mendengar dari anu. Tak kira mereka betul atau tidak."

Pun begitu, tidak ramai yang tahu, perkataan ANU turut digarap dalam sejarah (atau mitos?) Sumerian yang bermaksud Tuhan Langit or Sky God atau Tuhan Syurga. Ia sekaligus boleh digunakan sebagai metafora kepada sesuatu yang superior(?).

Maka, mungkin selepas ini, perkataan anu boleh digunakan seperti berikut:

"Wow, it is soooooo ANU," sebagai merujuk kepada awesome, hot dan sebagainya. Just never misused it ok. Takut lebam mata sebelah.

Nope, I am not gonna write what is in your mind rite now ike: Wow, his anu is so anuuuu yada yada yada. Nope, not gonna write that. Please, jangan cemarkan blog ini ok.

Maka akhirnya, perkataan anu ini akan terus diperturunkan dari generasi ke generasi untuk digunakan sebagai asas rujukan kepada pelbagai objek.

So, there you have it, my enty on Anu. Nanti tolong anu-kan komen ok. Ohh kalau takder gmail, nanti tolong anukan kat website diaorang. Lepas dah register, boleh anu-kan komen kat sini. Jangan anu anu ok. Thanks Anu.

Tuesday, September 15, 2009

ABX COURIER SERVICE JUST FUCKED UP.


Yes, this picture best described how pissed I am right now. Sorry putty tat lovers. I need a rebonding badly. Haha.


Yeah I know it is Ramadan.

And it is so fucked up to be calling a so-called national courier service and getting a stupid answer:

Me: Yeah, good afternoon. Please pass me to your MD's office.

Operator: Again sir? Which department?

Me: Please pass me to your MD's office, Encik Mohamad Ali.

Operator: Ok, please hold on.

The call being placed on hold for almost 2 minutes.

Line disconnected.

Me: Helo, please pass me to your MD's office.

Operator: May I know who is calling?

Me: Yeah, this is bla bla bla bla, yada yada yada from TV3. (and my voice was crystal clear thanks to Maxis. Celcom here sucks).

Operator: From where?

Me: (Pissed, a bit), I am from TV - 1, 2, 3 - that is three. You are in Malaysia aren't you? So, you must know TV3 right? (sigh!)

Operator: Ohh..

Again, I was put on hold again.

After almost a minute:

Operator: Sorry sir, which department do you require to be passed to? You wanna spik to witch (which) Mohamad Ali?

Me: (pissed), Mohamad Ali is your Managing Director. Managing Director. (voice tone masih under control).

Put on hold again. I disconnected the line sebab lagu on hold tu dah jadik annoying dah selepas hampir 2 minit.

Sent a small parcel containing a tape that weighs less than a kg yesterday. And it is supposed to arrive in Sri Pentas today.

At noon, Mazidul sms-ed and informed the tape has yet to arrives.

Immediately, called ABX Courier in JB.

Me: What happened to my courier? Sampai sekarang tak sampai lagi?

ABX staff - Diana: Ohh, takper, saya check kejap.

Me: Ok, please call me immediately.

After a couple of minutes, the same girl called. I have been liaising with her for almost a year now and she has been rendering a good customer service.

Someone from KL office, Diana said, will be calling me shortly to explain the status of the parcel.

That was noon.

At 4:45 pm, since nobody from this company called seperti dijanjikan, I took the liberty to call them, yelah kat Malaysia kan camtu, kalau service provider janji nak call, jangan percaya. We need to spend more $$ for our phone bill to call them to follow up. So, sebenarnya kos kita lebih dari apa yang kita bayar untuk guna service mereka.

Called JB office from 4.50 pm until 5:30 pm, nobody seems to be picking up the phone. Dan selalu pun camtu, kalau call this office. Mungkin mereka ada masalah pendengaran yang kronik.

At 5:25pm, pissed. Google for Abx Courier, found their company's webbie and the bosses names. Cool. Called, and the above conversation transpired.

Lastly, I was attended by one Linda - a customer care manager, selepas my attempt to reach the MD di-failed oleh operator yang tak tahu apa itu MD dan siapa Mohamad Ali itu. Mungkin dia sangka aku mintak disambungkan kepada peninju Mohamad Ali. Sungguh un-sangka-rable.

Guess what?

Someone from JB office said, our parcel disimpan molek molek di stor delivery mereka di KL dan hanya selepas Linda ni telefon dan check, barulah tahu benda tu tak dikeluarkan lagi. WTF kan? Yes, WTF. Mungkin diaorang nak start their own tv station. Who knows kan.

So, aku kenalah beritahu Mazidul Akmal Sidik, bahawasanya dia akan digantikan tidak lama lagi. Hahaha. Depa nak buat program 180, sebab nak lawan 360.

HORAY HORAY!! HORAY ABX! HORAY!

Nanti nak nominate them for Fortune 500 companies! Horay!

So, you see, the nominal fee for the parcel is RM10 only.

But, I have spent more than that for outstation call, being placed on hold sebab operator dungu tak tau apa itu MD. Ok, sebab tu dia kerja operator. Sila maafkan operator itu.

Dan Liza wartawan 360 terpaksa tergesa gesa membeli belah di bazar Ramadan sebab mat delivery dah sampai untuk hantar, specially for us. Takper Liza, if you are reading this, next dinner is on me.

And last but not least, according to this company's website, their so-called mission is as follows:

"To Deliver Beyond Satisfaction To Our Customer !"

Triple crap! Crap crap crap.. sungguh crap. Dan servisnya sungguh sungguh beyond, beyond dan beyond.

Yahuuuuuu.. !

I NEED TO BE IN SINGAPORE TODAY, TODAY, TODAY.. HURRY. BRING YOUR CAR

I know it is Ramadan. I know I know. I shall redeemed myself.

Tapi tengoklah citer ni. And Singapore is just a mere 15 minutes drive from where I am staying.

I bet wifey will hide my passport. Better make this entry private. Huhuhu.

Ok pergi lepas raya.

Guys, you may hop on too.

But truly, memacam people in this kiasu country ni boleh / nak / dan akan buat for survival.

JB is offering much cheaper rate for a good car wash. Furthermore dengan currency exchange yang currently at 2.42, damn they will only spend S$3 for a wash.

A good car wash di Jalan Abdullah Tahir yang dah macam perkampungan cuci kereta cuma RM8 for sedan car. MPV RM12. Motosikal RM3. Basikal, pergi cuci sendiri.

Macam mana pun, this trip will definitely be made. Ok not for 360. But it will definitely for a 360 look at the girl. Dont drool ok, batal puasa.

And NO, no ladies allowed for this trip.

Please register your name guys.

* * * * * * * *



A CAR wash in Singapore is offering customers a “one-day only erotic experience” of having topless women wash their vehicles.

Sin Chew Daily reported that Tease & Wash was offering the topless service as a promotion in the run-up to its official opening on Oct 1.

Its founder, Gerald Chen, 29, promised that the promotion would only feature “real” women washing the cars, and not men disguised as the fairer sex to trick customers.

He hinted coyly that the date for the “titillating car wash experience” had been fixed for one of the days between Sept 26 and Oct 1.

Admitting that such a promotional tactic was daring, he nevertheless said “it had to be different” to attract the attention of potential customers.


Monday, September 14, 2009

ATUK KENA TANGKAP KHALWAT.

Di Trengganu malam kelmarin, seorang lelaki berusia 70 tahun ditahan bersama kekasihnya berusia 60 tahun kerana khalwat.

Keduanya ditahan dalam keadaan yang mencurigakan di sebuah hotel bajet di negeri itu.

Pada usia 70 tahun, saya membayangkan atuk ini berkopiah dan menghabiskan sisa hidup di masjid atau surau.

Apa lagi yang boleh dilakukan pada usia sebegitu banyak? Mungkin mereka berada di hotel bajet itu untuk berbincang mengenai jenama gigi palsu yang terbaik di pasaran.

Mesti malu cucu cicitnya.

"Apalah atuk ni, mana kitaorang nak letak muka? Dah tua, dah maghrib pun nak buat hal. Ini semua cari penyakit," mungkin itu ayat marah cucunya. Haha.

Kami sering menyertai operasi cegah maksiat.

Pernah, di sebuah hotel bajet di Taman Pelangi, satu pasangan remaja ditahan di dalam sebuah bilik.

Bila ditanya pegawai Jabatan Agama Islam Johor (Jaij) buat apa dalam bilik (well, obviously when you are alone dengan gitu gitu, many many many and many things can happen. Takkan main monopoly pulak kan), this is their answer:

"Siang tadi kami gaduh. Jadi kami berjumpa nak settle," jawab si lelaki. Remaja perempuan hanya menunduk malu sebab kamera dah banyak sangat depan mata. Mungkin si remaja perempuan bercakap pada dirinya: mati aku, mati aku.. habislah..

Maka, bagi pasangan yang sedang bercinta, kalau gaduh pada siangnya, check in di hotel bajet malamnya. Subuhnya di lokap Jaij. Esok malamnya, keluar kat TV.

Sungguh best jawapan si lelaki itu.

Tapi tak se-best fakta ini. Remaja perempuan itu berusia 16 tahun.

Dan satu lagi kisah di Pantai Lido.

Pegawai penguatkuasa ternampak satu pasangan sedang molek duduk di bangku batu.

Memanglah terkejut beruk, kerbau dan illama ketika ditegur.

Selepas kad pengenalan dari keduanya diperolehi, mereka diarah menaiki van Jaij untuk tindakan selanjutnya.

Jarak antara bangku itu dan van kira-kira 15 meter.

Ramai wakil media menyertai operasi itu termasuk dari TV, maka melimpahlah spotlight dari kamera di sebalik kegelapan malam.

Di pertengahan jalan, si perempuan terus merebahkan diri ke atas rumput. Semua orang terkejut.

"Saya taknak pergi, saya taknak pergi. Saya nak balik. Saya nak balik," menjerit-jerit, meraung meraung si perempuan tu sambil tangannya menumbuk numbuk rumput.

Gila ke apa budak ni, aku berbisik.

Kuat suara raungannya memecah kesunyian dan kesyahduan serta kebeningan malam di Pantai Lido.

Yang si lelaki panik seketika. Dia turut pujuk. Tapi kekasihnya tu taknak bangun jugak. Puas digertak pegawai penguatkuasa suruh bangun. Tak mahu jugak.

Flash kamera tak henti henti berkelipan pada si perempuan tu. Ditambah pulak dengan spotlight kamera. Maka meriahlah adegan rebahkan diri dan berguling guling sambil menumbuk menumbuk rumput.

Dalam pada itu, one group of family passes by. Siap dengan peralatan untuk menangkap ketam. Complete keluarga ni, bapaknya ada, maknya ada, anak anaknya pun ada. Mereka pun turut berhenti melihat adegan ini.

Tetiba soalan cepu emas dan platinum terpacul dari mulut si bapa:

"Encik, ni tengah shoot drama apa ni?"

Ikhlas wajah dia ketika menanyakan soalan tu. Seluruh ahli keluarganya berhenti menonton adegan yang lebih baik dari filim Abdul Razak Mohaideen.

Nyaris aku ketawa berdekah dekah dengan soalan tu. Tapi aku tahu dia ikhlas. Dia jujur.

"Tak bang, ini operasi Jabatan Agama," jawab aku ringkas.

Dia terus berkongsi dengan seluruh ahli keluarganya, dan semua terbahak bahak ketawa.

Hampir 10 minit jugaklah adegan tu sehingga berjaya dipujuk oleh si boiprennya.

Kalau 10 minit untuk satu adegan, itu dah kira overrun. Hahah.

Morale of the story ialah:

1. Pastikan atuk kamu ada di rumah selepas terawih. Ohh, kalau boleh, simpan semua seluar jeans atuk. Atuk atuk mana boleh pakai seluar jeans. Pastikan atuk tidak sikat rambut belah tepi guna Brylcreem banyak sampai berkilat.
2. Pastikan nenek kamu ada buat kuih atau jahit baju selepas waktu berbuka.
3. Jangan bagi anak keluar lepas waktu maghrib.

Dan yang paling penting, jangan ada girlfriend yang dramatik sangat. Susah beb. Mana nak letak muka. Buat research dulu sebelum bercinta. Kalau ada unsur dramatik serta si girlfren yang suka cerita tak justify dan tak tally dengan apa yang sebenarnya berlaku, sila tinggalkan dengan segera. Ya segera. Hari ni jugak. Jangan tunggu esok sebab minggu depan dah nak raya.


TODAY, YESTERDAY, LAST WEEK, TODAY

I am supposed to complete two assignments today.

Both are for 360.

"Ayahanda" 360 sudahpun memberikan assignment sejak minggu lepas. Tak mudah untuk cari responden apatah lagi untuk menyakinkan mereka untuk ditemuramah.

Kalau tengok di televisyen, semua dah siap. Semua dah molek. Semua dah manis. Siksa sebelum itu ramai yang tak tahu.

Well, I think that is our job to satisfy our audience.

Even the questions asked kena betul betul relate balik to the community.

Ia adalah sesuatu yang tak manis, tak molek, tak cukup gula kalau bertanyakan soalan berikut dari mereka yang baru kehilangan anak, ayah atau saudara:

"Apa perasaan pakcik? Apa perasaan makcik? Apa perasaan abang? Apa perasaan akak?

That will definitely be a disaster to the story itself.

And to you too.

Pada 2007, saya diarah menemuramah isteri kepada salah seorang anggota tentera udara yang terkorban dalam satu nahas helikopter Nuri.

Tugasannya mudah - dapatkan temuramah isteri mangsa atau waris terdekat.

Sebenarnya tak mudah. Si balu tidak mahu ditemuramah. Ramai wartawan ketika itu. Salah seorang dari kami terus bertanya soalan - apa perasaan puan.

Bapa kepada balu memberitahu, anaknya tidak mahu ditemuramah. Semua wartawan jadik kalut.

Dalam kalut kalut itu, saya terus duduk bersimpuh di sebelah si balu, dan menyampaikan takziah kepadanya. Kusut wajahnya apatah lagi dia baru sahaja menyambut hari kelahirannya bersama suami tercinta.

Mikrofon yang saya pegang, saya letakkan di belakang saya agar tidak kelihatan tetapi dia tahu saya adalah dari media. Lagipun jurukamera duduk tak jauh dari saya.

Saya berbual dengan si balu biarpun sepatah dua sahaja dijawabnya. Saya tahu dia enggan ditemuramah.

Saya sempat menjeling ke arah wartawan yang berkumpul tak jauh dari saya. Mereka menanti bagai di garisan pemula balapan.

Seminit dua kemudian, saya bertanya, bila kali terakhir berjumpa dengan arwah, lantas dia menitiskan airmata. Saya pujuk perlahan lahan, tunjukkan simpati pada dia dan keluarganya.

Lama saya menyejukkan hatinya. Beritahu pengorbanan arwah suami bagi menjaga keselamatan negara amat bernilai dan memacam lagilah.

Sambil teresak esak, dia menjawab perlahan lahan.

Saya meminta izin darinya, untuk menemuramah, dia mengangguk perlahan.

Sebaik saya menghulurkan mikrofon, tetiba berpusu pusu wartawan lain dengan mikrofon, voice recorder etc.

Ohh diaorang menunggu rupanya.

And that took me almost 10 minutes to gain her trust. So I did.

Dan selepas terima assignment dari tokeh 360 last week, I called almost everyone in my phonebook.

Managed to get three respondents. Tapi orang Johor ni mungkin pemalu bila dengar part nak masuk TV.

Aiseh.

I can only pujuk, state my reason, rasional dan memacam lagilah. After all, I am the bapak gegula kan, mulut kenalah manis.

One had declined to be interviewed and I am left with two. Another had not return call or reply my sms. Gosh. Tape must be send today.

So, I am left with one option today. I can only hope and pray.

Saturday, September 12, 2009

NOSTALGIA RAYA.

Some of Raya must-see vidz:


Lagu Raya Eon 80's.

Iklan Fab - Is that Mustafa Kamal with his infamous oversized jacket ala alien from far away planet and his RM2 baju pagoda? Hahahah... kah kah kah kah kah.

And of course, all time favourite will be this vidz (dedicated to Kak Naz in Norway.. hahaha).



Aint sure who produces this vidz for Petronas. Pls share kalau anda tahu dan tahun berapa ia disiarkan.

You may not see ciggies brand on TV anymore, but here it is, something from the past.



Film Director: Paul Loosley
1st AD: Nan Salleh (producer for Gubra)
Agency: Leo Burnett (Yasmin Ahmad's)
Client: Marlboro Malaysia

And the following vidz may not be related to Raya, but, tengok jugaklah..

Arghh.. I feel so tuaaaaaaaaaaa...


Friday, September 11, 2009

JANGAN AMBIK ANAK SAYA

Scene: Pemeriksaan Agensi Anti Dadah Kebangsaan (AADK) Johor.

Location: Kampung Dato Sulaiman Menteri

Time: Approx. 12.00 midnight.

Pegawai AADK: **Salleh ada?

Wanita tua: Siapa Salleh? Siapa ya?

Pegawai AADK: Siapa orang lelaki tinggal di sini.

Wanita tua: Saya dengan anak saya. Suami saya, tetapi dia kat Larkin.

Pegawai AADK: Siapa nama anak lelaki makcik?

Wanita tua: anak saya.. errr nama dia Salleh. Tapi dia tak ada, dia keluar.

** Bukan nama sebenar.

Wanita tua berusia dalam lingkungan lewat 50-an itu menafikan anaknya berada di rumah.

Terdapat sebuah bilik di luar rumah berkenaan yang dibina secara extension.

Apabila diperiksa, hanya kira-kira 5 minit pintu bilik itu diketuk, seorang lelaki keluar mengenalkan dirinya sebagai Salleh.

45 minit sebelum itu:

Pegawai AADK: Ni bilik apa ni?

Wanita tua: Ni bilik anak sedara saya duduk.

Apabila diperiksa, anggota AADK bersama anggota Jabatan Pertahanan Awam Malaysia (JPAM) Johor turut menemui dua ketulan dan satu paket dipercayai dadah jenis ganja di dalam bilik itu.

Adegan peluk memeluk berlaku antara si anak dan ibu.

Wanita tua: (Meraung) Dahlah encik, bawaklah anak saya kalau dia salah.

Wanita tua: (Sambil memeluk anaknya), Selamatkanlah anak aku.



Setelah menjalani ujian saringan air kencing, lelaki berusia 26 tahun ini turut didapati positif dadah.

Lelaki itu dipercayai menjadi 'pusher' atau pembekal dadah jenis ganja di kawasan itu yang rata rata didiami kaum Melayu.

Sebelum itu, seorang lelaki berusia 43 tahun melarikan diri dengan berseluar dalam sahaja sebaik anggota AADK mengetuk rumahnya.

Macam lipas kudung lelaki ini berlari tetapi anggota JPAM sudah sedia menunggu kira-kira 20 meter dari rumahnya dan dia berjaya diberkas.

Apabila diperiksa, alat untuk menghisap dadah atau 'dapur' ditemui disembunyikan di bawah papan lantai rumah lelaki itu.

Kawasan setinggan itu sudah turun temurun dikenali sebagai hotspot aktiviti penagihan dadah.


'Dapur' yang ditemui. Lelaki sebelah kiri adalah pegawai AADK yang kehilangan anak berikutan H1N1, dan disebut dalam entry ini.

Pix | ezreen abd talip.

Ops Lenjan 2 yang dijalankan malam Rabu lalu adalah susulan dari Ops Lenjan 1 pada 7 Ogos lalu. Dalam Ops Lenjan 1 itu, sepucuk pistol jenis Smith & Weesen .38 turut ditemui.

Sebelum operasi bermula, wakil media turut diraikan Pengarah AADK Johor, Sidik Jaafar dalam satu majlis berbuka puasa yang turut disertai pegawai serta anggota AADK, JPAM dan Rela.

Kami turut menerima sijil penghargaan di atas kerjasama yang dijalin bersama agensi itu.

More pictures at ezreen talip's fotopages here.

Thursday, September 10, 2009

PAKAI HELMET, WALAU DI MANA SAHAJA ANDA BERADA.


Jangan cakap pada Majlis Keselamatan Jalanraya ok.

This is a good message actually. Kita tak tau bumbung juga boleh runtuh.

KAMI BUKAN KUMPULAN KONGSI GELAP WALAUPUN KULIT KAMI AGAK GELAP.

Kami harap Fair & Lovely akan melihat gambar ini dan terbuka hati mereka untuk menaja kulit kami.


Our own band boy pose. Haha. Leh buat cover album.

Kenapa aku nampak shorter than the rest of the guys? Camera trick. Betullah.

Photo | ezreen abd talip. Click here.


CAMERA VIDEO - PART TWO AND A HALF.

Sambungan dari Camera Video Part One.

Ok tricky part.

Kita dalam rumah dan nak shoot something outside. Bad angle.

Ia akan menghasilkan satu visual yang dipanggil bad lighting

Sebabnya, anda berada di lokasi yang lebih gelap berbanding lokasi objek anda.

Contoh senario:

Anda berada di dalam rumah untuk merakamkan pergerakan tetamu yang datang dari luar. Apabila cahaya di belakang objek dan anda pula berada menghadap cahaya itu, objek akan dirakamkan berbentuk bayang bayang (silhouette) semata mata.

Tapi kalau nak hasilkan satu drama melankolik siap dengan lagu patah jiwa, patah hati, patah segalanya, shot ini paling best.

Faham?

Next, shot people di dalam rumah. Memula tu, ambiklah gambar reramai, contohnya bersalam.

Ambik long shot dulu.

Kemudian, buat close up tangan sedang berjabat untuk dijadikan insert shot masa editing nanti supaya taklah bosan orang tengok.

Kalau nak cantik, masukkan sikit extreme close up (ECU) wajah yang berjabat tangan tu.

Agak janggal agaknya kalau nak suruh depa buat berulang kali macam kami selalu buat untuk program di televisyen.

Ok jangan risau.

Disebabkan tetamu sudah tentunya memakai baju Melayu dan bersongkok, anda dah selamat. Orang tak akan perasan siapakah yang berjabat tangan dengan tuan rumah sebab ada kesamaan.

Lagi satu, jika tetamu itu adalah rombongan anda, haaa.. lagi selamat sebab kat rumah lain, anda boleh buat insert shot tetamu pulak.

Shot tuan rumah sudah mencukupi. Tetamu mesti ramai kan? Fokus ECU pada tuan rumah dulu.

Shot ini perlu dibuat over the shoulder (dari belakang dan atas bahu tetamu yang sedang berjabat tangan).

Manakala ketika tetamu sedang berbual, buat realistic shot - candid pun boleh. Ambik ECU wajah gembira, tengah berbual, sedang mendengar.

Contoh ECU:


Yeah, on the background is the brand new shopping center in Singapore. ION complex.

Lihat tiada headroom pada gambar ini (tiada ruang di atas dan bawah wajah). Shot ini cantik (read: sebab orangnya cantik dan lakinya ensem, ok yang lakinya ensem adalah satu statement dan cubaan memperdaya semata mata, kalau digunakan untuk insert bila visual anda memasuki proses editing nanti.

Jangan lupa, wide shot iaitu satu shot di mana semua tetamu boleh dilihat dalam skrin/scene ini.

Nak cantikkan lagi, masukkan sikit shot kuih muih. Lazimnya, yang membezakan atau identiti sesebuah rumah yang dilawati ialah bekas kuihnya. Kuih hampir sama sebenarnya, ada rempeyek, ada kuih habuk banyak, air sirap, air oren..

Buat CU untuk kuih muih yang dihidangkan.


Pix credit | http://shw.mamawandiha.fotopages.com

Kalau nak buat creative shot, buatlah, tapi jangan sampai berbaring kat atas lantai rumah orang disebabkan nak ambik shot creative (read: kononnya).



Korang toksah buat hal macam ni kat rumah orang ok. Ini sekadar gambar hiasan. Esok kalau aku dengar ada orang kena halau pagi raya, aku taknak bertanggungjawab. Aku tak suruh pun. Tapi hebatlah kalau tetiba bini korang lompat camtu, kau terus slide down and baring and shoot camni. Hebat! Pulak tu pakai baju kurung. Lagi tampak hebat kalau pakai kebaya sendat. Konpem vogue.

Shot kreatif ni tak ada sempadan. Boleh ambik di celah hiasan kerusi, blur background, di sebalik dua gelas. Memacamlah. Terpulanglah pada korang. Ambik gambo ni takder limit asalkan korang jangan buat lawak kerbau kat rumah orang.

Kalau nak tambah, bolehlah masukkan shot bebudak menangis, bebudak tengah berbual sesama sendiri sebab wajah mereka ni best, nampak ikhlas dan nampak girang gembira.

Trust me, the video should look good.

Alamak, sambung lagi.

Next part - title - something like this if you are a sci-fi geek. Don't you just loveeeee internet?

Wednesday, September 9, 2009

CAMERA VIDEO - PART ONE.


Ibu: Nanti adik dah besar nak kerja apa?

Hafiz: Adik nak ambik gambar.

Ibu: Dulu kata nak jadik doktor?

Hafiz: Taknaklah. Nak kerja dengan angken.

My nephew, Hafiz is 4 year old. Angken is his word for 'uncle'.

He likes to take photos. He was given a Canon Cybershot by Uchu couple of weeks ago and I bet he has been taking photos endlessly. Saw some of his 'work', not bad at all. Dah ada bakat. Ambik dari angken dia of course.

Uchu is none other - my other half, my soul.

I guess Uchu is busu as she is the youngest in the family. Nope, I will NOT allow him to address me as pakcik or pak busu. Tak bandaraya ok.

Anyway, this is not about him altho loves to talk about him.

As Raya is drawing near, let me just share some of the tips that might be useful for all of us.

It is about how angles are being filmed, type of angles and *voila*, you should have a broadcasting quality video production for your Raya video!

Tetapi pertama sekali, mestilah ada video kamera. Kalau tak ada, pergi beli. Jangan hutang. It is not worth it kalau hutang.

Banyak jenis video kamera di pasaran sekarang ni. Murah, mahal. As long as you can afford one, it will work just fine.

Percaya atau tidak, saya hanya menggunakan sebuah handycam yang harganya tak sampai pun RM2,000 untuk membuat penggambaran di India selama 8 hari, and the result - superb!

It is not the camera, yang pegang camera tu penting. Kalau kamera berjuta ringgit sekalipun, tapi kita malas nak belajar angle, maka sia sia lah pereka kamera tu.

However for us in the broadcasting industry, preferably we need a 3CCD camera.

Apa itu 3CCD. Secara ringkasnya, kualiti visual yang direkodkan lebih baik dari yang guna single
CCD atau takder CCD langsung. Tapi sekarang ni banyak dah kamera yang sesangat ok guna teknologi baik dari 3CCD. Contoh ialah Sony.

CCD = Charge-coupled devices.

Biasanya, bila kita pegang kamera video, kita dok belasah semua benda kita nak ambik sebab in our sane mind, we don't wanna miss a thing infront of us. Right? Wrong!

Your camera have limited memory and please bear that in mind. Save the storage ok, sebab you might want to use it di rumah terbuka lain.

In the market, (for home video usage) sekarang ada pelbagai jenis kamera:

1. Memori kad.
2. Hard disk
3. DVD
4. DV Tape

Seriously I prefer P2 card camera or DV tape sebab kualiti visual lebih baik.

Regardless the type of video camera that you have, angle dan planning of shots are important.

Saya berikan satu senario sesuai dengan Aidilfitri:

Video Title: Ziarah Raya
Duration: 30 minutes

Scene: Family members berkumpul di rumah parents.
Shot: Ambik establish (long shot of rumah dari luar). Static shot. Kalau nak best sikit, buat panning iaitu moving from left or right, kemudian berhenti static depan rumah. This is what we called frontal shot. Establish of medium. Kalau nak buat melodramatik sikit, ambik dari awan, pan the camera ke bawah, slowly sebab ini bukan buat Melodi.

Make sure shots are more than 5 seconds dan tak lebih dari 10 seconds for this scene sebab nanti senang nak edit.

Note: For us in the broadcasting industry, we normally do camera editing di mana sambil kami shoot medium, kami sudah pastikan ia mengikut kesinambungan (continuity), dan ia memudahkan editing (read: tukang penerbit tak menyumpah.. haha)

Ok. Nak kasik cantik? Close up nombor rumah kat pintu pagar tu sebagai continuity. Dah ada establish kan? Mesti orang nak tahu rumah nombor berapa. That will be a good insert shot.

Pastikan rumah itu dalam frame. Exactly dalam frame. Contoh seperti berikut:



Lihat rumah ini. This shot is establish shot. Lihat ruang di atas bumbungnya. Tak banyak kan?

Biasanya, kita dok belasah record, ruang atas atau dipanggil headroom boleh nampak sampai bulan. Unless ada bulan, that will be something, tapi kalau takder?

Nampak tak balance between bahagian bawah dan atas?

Kalau saya, saya akan guna off focus dulu sebagai effect intro. Tapi kebanyakan handycam hari ini auto focus, dan tak ada focus ring seperti yang ada pada professional video camera, so lets ignore that.

Kalau tak puashati dengan shot pertama, buat lagi sekali. Senang nak pilih bila editing nanti. Untuk memudahkan kita edit nanti, sebab kita tak akan ingat which is which, letakkan tapak tangan di depan lensa dan rekodkan, sebagai pembahagi shot.

Tapi jangan pulak ulang shot dari pagi raya sampai abis Syawal. Basi dah ketupat nanti. (read: sedapnya ketupat... ).

Di semua rumah yang dilawati, pastikan ada establish shot rumah berkenaan sebagai pengenalan kepada scene seterusnya kalau tidak ia akan menjadi jump shot, atau tak ada continuity.

Yelah, always, and always bayangkan orang yang bakal menonton visual anda itu adalah orang yang tidak menyertai rombongan cik kiah anda beraya. Maka, akan timbul soalan, ini rumah siapa, lawa rumah dia, tapi interior jek, yang luarnya tak nampak.

Bersambung.. (read: kalau rajin)


DISCLAIMER FOR THE IDIOTS.

Dear idiots and faggots, if you think you can win a fight over internet, you are at the right place. Altho, I am NOT writing to represent any of my employers, you may at any time throw your tantrum here and be willingly ready to be eaten by us. If you know the law better, leave defamation comments because I am not gonna be fucking responsible of your acts here. If you feel offended of my writings, you are a faggot. And you listen to Justin Bieber rite? Ok, you are a faggot.